SIKLUS
Kita hidup dalam sebuah siklus yang mau atau tidak mau harus kita diterima. Perubahan demi perubahan yang terjadi merupakan bentuk keberadaan siklus tersebut. Yang semula ada menjadi tidak ada. Yang tiada akan tergantikan dengan yang baru. Yang rapuh akan tergantikan dengan bibit-bibit baru. Peristiwa saling menggantikan posisi (peran) berlangsung secara terus menerus.
Sekarang sedang bermain, di kemudian waktu akan belajar.
Sekarang sedang belajar, di kemudian waktu akan mengajar.
Sekarang membutuhkan pekerjaan, di kemudian waktu akan membutuhkan pekerja.
Sekarang sedang kursus, di kemudian waktu akan kerja freelance.Sekarang sedang belajar, di kemudian waktu akan mengajar.
Sekarang membutuhkan pekerjaan, di kemudian waktu akan membutuhkan pekerja.
Sekarang kerja freelance, di kemudian waktu akan jadi entrepreneur.
Sekarang mencari bekal kerja, di kemudian waktu akan bekerja.
Polanya selalu sama. Siklus menyebabkan kekosongan baru. Setiap kekosongan tersebut pasti akan terisi, kemudian kosong, kemudian terisi lagi — tiada henti dalam kontinuitas. Kesimpulannya, kita adalah calon pengganti sekaligus yang akan tergantikan.
0 comments:
Post a Comment